Satu platform cloud untuk dapur SPPG/MBG: dari porsi harian & menu, RAB ber-gap control, penawaran multi-vendor, QC barang, hingga LPJ bulanan (PAGU · Harga Beli · Harga Jual · Profit · Ratio) — semua terekam, berjenjang, dan siap audit.
Kalau porsi, harga, RAB, barang datang, dan LPJ masih di file terpisah — pusat buta, dapur ribet, dan temuan audit tinggal menunggu waktu.
Porsi harian dicatat manual, PAGU dihitung belakangan. Saat LPJ, angka tidak ketemu dan harus dikoreksi dadakan.
Tanpa dual price resmi, markup dapur tidak terkendali. Profit hilang atau justru kebablasan tanpa jejak approval.
Usulan harga PR jauh di atas basic pusat. Tanpa threshold gap, overpricing lolos sebelum ada yang sadar.
Tidak ada RFQ multi-vendor. Penawaran tidak dibanding, harga terbaik tidak pernah muncul di kertas.
QC formal tidak ada. Ayam busuk / kadaluarsa tetap masuk invoice karena tidak ada snapshot barang bagus saja.
Pimpinan tidak lihat realisasi tiap dapur real-time. LPJ disusun ulang tiap bulan dari nol — rawan salah hitung.
Bukan cuma PR–PO. Ini sistem pengadaan SPPG yang mengunci harga, porsi, QC, dan laporan profit di satu tempat.
Input porsi besar/kecil per hari (manual atau import CSV). Sistem hitung PAGU = (porsi besar × tarif) + (porsi kecil × tarif). Tarif editable di setting pusat.
Harga beli (Pusat←Supplier) dan harga jual (Pusat→Dapur) terpisah. Usulan pending tidak pernah aktif sebelum di-approve. History lengkap, matrix harga siap pantau.
Setiap baris PR dibanding ke basic pusat. Gap ≤0% = OK, 0–5% = warn, >5% = block. Submit diblokir otomatis sampai dinegosiasi / di-override pusat dengan alasan.
Setelah PR approved, undang beberapa supplier, bandingkan matrix item × vendor (harga termurah hijau), award full atau split termurah per item. Forecast memproyeksikan biaya 7/30 hari dari histori + rencana menu.
Susun menu harian + porsi, sistem akumulasi resep jadi 1 PR gabungan per hari. Tak ada lagi tebak-tebakan qty bahan.
PR wajib approve. PO kecil 1 level (Kasubag). PO besar (> limit bendahara) 2 level: Kasubag → Bendahara. Saat final approve, plafon otomatis terkunci.
Barang datang → isi qty bagus vs rusak/kadaluarsa per item → Post. Hanya barang BAGUS yang masuk tagihan. Invoice wajib cocok PO = GR = Invoice.
Setiap GR yang di-post mengunci snapshot harga beli & jual. LPJ bulanan langsung hitung PAGU, Gap PAGU, Harga Beli, Harga Jual, Profit, dan Ratio% — export CSV siap laporan.
Pimpinan pantau semua dapur SPPG: sisa plafon, PO pending, barang rusak, invoice nunggak — real-time satu layar. Data tiap dapur terisolasi aman.
Alur yang dipakai pilot SPPG — dari porsi harian sampai LPJ export.
Input / import porsi besar-kecil. Dasar hitung PAGU.
Usulan → approve → history. Matrix harga pusat.
Flag ok/warn/block vs basic. Override beralasan.
Undang N supplier, matrix termurah, award PO.
Menu + resep → PR otomatis harian.
Qty bagus/rusak + snapshot LPJ saat post.
Transfer/cheque wajib bukti; cash aturan threshold.
PAGU, HJ, HB, Profit, Ratio%, export CSV.
Setiap rupiah terekam. Setiap harga berlapis approve. Setiap barang tertelusur sampai LPJ.
PR, RFQ, PO, GR, Invoice, Payment, harga, porsi — jejak siapa-apa-kapan lengkap.
Dual price + gap RAB 5% + RFQ multi-vendor menutup celah markup gelap.
Snapshot di GR post → LPJ bulanan otomatis. Tidak rebuild Excel tiap bulan.
Export CSV/PDF, bukti bayar, approval berjenjang. Inspektorat datang? Senyum saja.
Jangan tunggu audit. Coba procure.my.id sekarang — demo live untuk alur SPPG/MBG lengkap: porsi, dual price, gap RAB, RFQ, QC, sampai LPJ.
Mulai Sekarang →